Wednesday, April 30, 2008

Bupati Simalungun Ingkar janji Pindah Ke Sondiraya

Seorang pejabat tidak layak mengingkari janji yang dibuatnya sendiri. Ini memalukan, karena janji Bupati yang dipublikasikan berulang-ulang di surat kabar untuk pindah April 2008 ternyata diingkarinya sendiri.
Padahal perpindahan kantor bupati ke ibukota Simalungun yang baru ini dijanjikan (pada kampanye Pilkada 2005) pertengahan tahun 2006 yi bersedia memindahkan kantor bupati Simalungun ke Sondiraya.

Dengan berbagai alasan bupati mengundurkan perpindahan ibukota menjadi pertengahan tahun 2007, kemudian molor ke akhir tahun 2007. Karena didesak terus bupati bersumpah akan pindah April 2008. Sampai berita ini ditulis 30 April 2008 belum ada tanda-tandanya bupati pindah.

Apakah pak bupati kita tidak punya rasa malu menjanjikan sesuatu kepada hampir 1 juta rakyat Simalungun dan mengundurkan perpindahan tanpa alasan yang dapat diterima akal? Padahal ini menyangkut percepatan pembangunan di kabupaten Simalungun yang sebenarnya sudah terlambat 2,5 tahun dari yang dijanjikan. Karena itu kita mohon agar bupati jangan membohongi rakyat. Suara rakyat itu adalah suara Tuhan (vox populi vox dei).

Jadi kalo rakyat marah bisa sama akibatnya dengan kemurkaan Tuhan. Kalo bahasa sehari-hari ini bisa kena hukum karma, apalagi kalo rakyat jadi benci dan kecewa terhadap pemerintah, demokrasi bisa ambruk, karena demokrasi kan harus didukung oleh saling percaya, tidak dengan tipu muslihat, agar kehidupan berdemokrasi itu dapat berjalan dengan mulus dan membawa kemakmuran kepada rakyat
Sumber:
http://sarmedipurba.blogspot.com
email: sarmedipurba@hotmail.com

2 comments:

Adiska Creation said...

Bah... Kog bisa begitu udaku itu ya tulang. Payah kali pun Bupati Simalungun ini. Kabupaten/Kota lain berlomba untuk mencegah desentralisasi dan membangun wilayah lainnya yang potensial. Eh ini malah menunda2 pembangunan dan mengingkari janjinya sendiri selama 2 tahun. Berarti Mr. Damanik itu nggak layak dipilih lagi ya tulang :)

Mulyadi Pasaribu

Sipayung HoGani said...

Pasti adalah alasannya lah tulang. Entah itu pribadi, politis atau ... atau lah. Tapi DPRD nya juga hebat pula ya Tulang, bisa diam begitu aja...
Bupati simalungun "ingkar janji" berarti udah bisa dibilang "tong Kosong nyaring bunyinya" dong !!
He..he..., sabarlah kita tulang !