Saturday, August 18, 2007

Pidato Direktur PT VITA INSANI INSANI SENTRA MEDIKA

Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketPidato Direktur PT VITA INSANI INSANI SENTRA MEDIKA
Pada Upacara Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan R.I. ke 62 17-8-2007
Di RS Vita Insani Insani

Yang saya hormati,
Komut PT VISM, Para Komisaris, Direktur RSVI, Sejawaat dokter-dokter, seluruh karyawan RSVI yang saya cintai.

Marilah kita mengucapkan syukur kepada Tuhan YME kita dapat merayakan Hari Proklamasi Kemerdekaan R.I. ke 62 di lapangan parkir baru RSVI yang baru dibuka dan dimanfaatkan hari ini.

Merdeka 3 x

Dalam mengisi kemerdekaan yang diproklamirkan oleh bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945 dan direbut dari pemerintahan kolonia Belanda dengan perang fisik dan diplomasi sampai akhir tahun 1949, ada 3 hal yang ingin sampaikan kepada kita semua:

Dengan dimulainya pelaksanan profesionalisme di rumah sakit di Indonesia, saya minta kepada seluruh jajaran petugas medis, paramedis, non medis di RSVI agar mengerjakan pekerjaan dengan kaidah-kaidah profesi masing-masing. UU Praktek Kedokteran akan disusul dengan UU Keperawatan, UU Perumahsakitan, dan seterusnya. Ini artinya bahwa semua pelaksanaan tindakan di RS harus dilaksanakan sesuai dengan hukum yang berlaku –tidak bisa lagi semau gue- pada semua bidang.

Sebagai contoh cara menyuntik, memandikan pasien dan tindakan keperawatan lainnya tidak boleh dilaksanakan di luar aturan yang berlaku di rumah sakit ini. Baby feeding (memberi makan bayi) ada prosedurnya, misalnya menetekkan bayi sedini mungkin, 1 jam sesudah lahir atau sesudah ibunya sadar pasca operasi. Juga harus diketahui dan dilaksanakan, kapan bayi ditunjukkan kepada ibunya dalam rangka sistim rooming in. Dengan demikian tidak perlu lagi si ibu menunggu sampai 2 hari baru bisa melihat bayi ang dilahirkannya.

Demikian juga pegawai administrasi, harus mengetahui dengan jelas apa tugas dan prosedur kerjanya dengan rinci. Tindakan yang menyalahi aturan akan mendapat ganjaran yang diatur oleh peraturan perundang-undangan. Tindakan dokter, penulisan rekam medik ada aturannya.

Bagian teknik tidak boleh sesukanya membuat kebisingan di rumah sakit. Ada dokumen UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (UKL) yang diperjanjikan oleh rumah sakit dengan pemerintah, di mana kebisingan (termasuk kategori pencemaraan) dihindari dengan berbagai upaya yang disepakati. Peraturan yang disepakati ini, seperti juga prosedur tetapyang diputuskan oleh direktur rumah sakit, mengikat secara hukum untuk semua pihak yang bekerja di RSVI.


Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Dalam rangka mengisi kemerdekaan yang sudah berusia 62 tahun itu, Presiden dalam pidato kenegaraan kemarin pagi mencanangkan, secara bertahap, menaikkan penghasilan PNS. Bagaimana dengan kenaikan penghasilan pegawai swasta seperti RSVI ini? Masalah yang dihadapi manajemen rumah sakit adalah mencari income yang cukup untuk menutupi kenaikan gaji karyawan. Ini biasanya hanya mungkin kalau tarif pelayanan dinaikkan. Namun kenaikan tarif yang tidak dibarengi dengan peningkatan pelayanan, akan menurunkan income rumah sakit sebagai akibat kurangnya jumlah pasien. Karena itulah perlunya ada komitmen pimpinan dan karyawan, dokter-dokter di RSVI untuk meningkatkan mutu pelayanan kita. RSVI akan menghitung unit cost setiap pelayanan dan berupaya memberikan imbalan jasa untuk setiap kegiatan profesi.

Perubahan-perubahan yang saya sebutkan tadi adalah hal yang lazim. Jangan takut kepada perubahan. Tidak ada yang tetap bisa dipertahankan di rumah sakit yang baik, kecuali perubahan itu sendiri. Masalah kesehatan pada umumnya berkisar pada perubahan perilaku. Karena itu buatlah perubahan dalam perilakumu, misalnya konsekuen cuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah melakukan tindakan keperawatan pada pasien dan bayinya. Setiap perawat harus mampu melaporkan kegiatannya melalui terminal computer yang disediakan di RS ini. Ini hanya beberapa contoh.

Kita akan terus menerus berubah sepanjang zaman. Kemerdekaan kita itu juga terus berubah dan penuh perubahan. Dari kemerdekaan bangsa menjadi kemerdekaan kelompok dan golongan, termasuk kemerdekaan golongan minoritas, dan kemerdekaan pribadi lepas pribadi merupakan puncak dari pengisian kemerdekaan yang diproklamirkan 62 tahun yang lalu itu.


Karena itu saya mengajak kita semua, perjuangkan profesionalisme. Perjuangkan kesejahteraan. Lakukan perubahan-perubahan pada diri kita masing-masing.

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA
MERDEKA 3 X
SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA.
Terima kasih


Dr. Sarmedi Purba, SpOG
Direktur PT Vita Insani Sentra Medika
Pematangsiantar


Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

4 comments:

lily said...

tongah, ok lah wejangan untuk melayani pasien dengan profesionalitas. Sistem pencatatan komputerisasi, kebersihan dan juga pelayanan lainnya buat pasien. Akan lebih bagus lagi tongah, kalau saat perayaan kemerdekaan ini, diungkapkan juga kejutan untuk kesejahteraan karyawan...hehe. Memerdekakan mereka sehingga mereka mampu untuk melayani pasien. Horas

deborasylviaroseny said...

Tongah,
Di rumah sakit perusahaan tmpt aku bekerja, masalah terbesar setelah merger (5 RS) adalah membuat standardisasi (internasional)untuk ke 5 RS terutama SOP (operasional dan keuangan) dan juga mengikuti / memenuhi akreditasi nasioanl dan internasioanl. Juga masalah hubungan kerja antara dokter dan RS yg perlu lebih jelas dan detail, mengingat pasien sekarang sudah pintar, mereka bisa melihat dari internet dll, terutama dalam hal mal praktek yang sering terjadi dibawa ke pengadilan yang bisa membuat RS bangkrut (besar jumlah uang nya), selain memeang service dan kebersihan tetap harus dijaga.... Selamat berjuang ...merdeka! Oh ya selamat ulang tahunjuga ya, lupa aku , karena aku keluar kota dan ulang tahun juga...ha..ha......

Sarmedi Purba said...

Lily and Pia,
trims untuk comments yang postif. Memang soal kesejahteraan kurang ditekankan, tapi ada pada poin 2. Baiknya harus realistis, konsep saya minimal 1 jt terendah dan perawat rata-rata 2,5 jt. Tapi agak sulit juga karena tetangga rs lain nanti ribut. Dan utk itu tarif harus naik.

Standardisasi memang masalah yang sedang dibangun. Kesan saya konsep akreditasi yang diterapkan terlalu rumit dan terlalu menguniformkan untuk seluruh RS besar kecil, di Jakarta dan di Saribudolok. Itu kan tidak mungkin. Itulah akibat cara berfikir yang sentralistik di ibukota. Saya juga sependapat untuk bekerja sesuai SOP agar dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Bukan hanya karena takut tuntutan pasien, tetapi agar kualitas pelayanan terjamin.
Kebersihan kami perhatikan juga dengan cara outsourcing. Mereka perusahaan yang memberikan service 24 jam.

Terima kasih Pia, dan selamat ulang Tahun juga untuk Pia. Memang orang baik-baik banyak ulang tahun bulan Agustus, he he...

horas said...

horas tulang...
sonaha kabar...
aha do penerimaan perawat i vita insani. dong do kira-kira pelamaran atappe penerimaan perawat.
diatei tupa tulang..